Warunk Upnormal : Saat Warkop Naik Kelas

Mumpung hujan udah berhenti, saya dan Teh Uzie, teman kantor saya memutuskan untuk keluar cari makan. Maklum, kami memang hendak lembur sampai besok, jadi butuh asupan energi yang cukup (banyak). Pilihan kami jatuh ke salah satu tempat yang sedang nge-hits di kalangan anak muda Bandung; Warunk Upnormal, yang secara kebetulan nggak terlalu jauh dari kantor kami. Sebelum sampai di lokasi tujuan, kami sudah punya alternatif lain seandainya Upnormal penuh. Beberapa kali melintas tempat makan yang letaknya di Jalan Cihampelas ini, parkiran motornya selalu “tumpah” ke jalan, yang artinya tempat ini emang happening banget. And here we are! Warunk Upnormal penuh seperti yang kami duga, tapi waiting listnya sedikit, nggak perlu nunggu lama, kamipun bisa mejeng di lantai 2 Warunk Upnormal.

Daftar menu Upnormal

Daftar menu Upnormal

Setelah berjibaku ngulik daftar menu, pilihan saya jatuh pada Roti Es Krim Green Tea. Emang lah green tea lagi jadi primadona, apa-apa yang ada green tea-nya pasti menarik selera. Ok, saya pesan itu! Sementara itu, Teh Uzie pesan Indomie Sadis Mampus dan Es Soda Lychee. Lho kok? What the…? Indomie? Iyes, merk mie instan yang setia nemenin masa tumbuh kembang kita itu. Rasanya pasti udah familiar banget kan di lidah kita? Tapi tapi, kenapa sampai masuk ke daftar menu-nya Warunk Upnormal ya?

Selidik punya selidik, Warunk Upnormal emang terinspirasi dari warkop alias warung kopi alias tempat nongkrong khas negeri kita tercinta. Jadi menu yang ditampilkan di sini ya memang nggak jauh beda dengan warkop orisinil: indomie, roti bakar, kopi. Tapi di sini, indomie-roti bakar-kopi itu didandani agar lebih “kekinian”. Coba yuk kita cicipi! Hmm, mulai dari mana ya? Dari Es Soda Lychee pesanannya Teh Uzie!

Es soda lychee

Es soda lychee

Ekspektasi buat bisa dapet buah leci atau manisan leci bakal hilang begitu minuman ini sampai di meja. Ya namanya juga kan konsepan warkop ya, jadi banderol harga sama isi ya hampir sama. Yang bisa kita nikmati dari segelas es soda leci adalah plain soda yang dicampur sirup leci. Dingin. Manis. Pastinya segar karena ada rasa nyes nyes dari sodanya. Tapi nggak pake leci beneran, cuma sirup. Ok? Minuman ini cocok buat teman makan indomie karena ringan dan segar.

Selanjutnya, ada Roti Es Krim Green Tea. Ini pesanan saya. Yang tampil di atas meja adalah dua lembar roti potongan tebal- yang saya duga rotinya adalah roti Gempol-, dengan sedikit olesan mentega dan topping dua scoop es krim green tea plus taburan green tea bubuk. Rasanya? Rotinya garing, gan! Kayak dipanggang dulu gitu. Empuk khas Roti Gempol (dugaan). Es krimnya green tea banget, bubuk green tea nya juga green tea banget *plakk*. Sesuai ekspektasi sih. Tapi scoop es krimnya kecil, jadi agak nggak puas *minta ditimpuk es krim*.

Roti Es Krim Green Tea

Roti Es Krim Green Tea

Indomie Sadis Mampus

Indomie Sadis Mampus

Indomie Sadis Mampus, seperti namanya, adalah sajian indomie plus selembar daging asap dengan level kepedasan tertentu. Di menu, rentang levelnya ditulis 1 sampai 30. Cabe rawitnya nggak nanggung-nanggung. Bukan cabe rawit yang warna hijau yang biasa kita dapet gratis kalau beli gorengan, tapi cabe rawit gede-gede yang warnanya merah itu lho! Beneran sadis! Rasanya gimana? Pedas! Selain itu? Ya, rasa kuah kaldu indomie yang udah biasa mampir di lidah kita. Ah, sayang banget lah kami nggak pesan Indomie Upnormal yang katanya kuahnya dibuat sendiri oleh Upnormal dengan campuran keju gitu. *gigit jari dah*.

Selain ketiga menu tadi, ada juga Indomie Gokil yang dicampur dengan kikil, atau nasi Gokil yang juga dicampur kikil. Ada juga menu yang agak nyelekit di hati, nama menunya Nasi Tanggal Tua. Ah jlebb!! Tau bener dah kalau kami lagi bokek. Nasi Tanggal Tua tidak lain tidak bukan adalah segunung nasi dengan dua butir telur ceplok dan cabe. Bandrol harganya lupa, nggak sampai Rp 15.000,- kalau nggak salah. Cocok banget kan buat dikonsumsi pas kondisi dompet lagi seret tapi tetep butuh hangout? 😀

Uno! Saya mah nggak bisa mainnya juga :D

Uno! Saya mah nggak bisa mainnya juga 😀

Secara keseluruhan, Warunk Upnormal ini memang warkop kekinian, yang mengandung pengertian: gaul dan modern. Tempat yang kecil nggak bikin Upnormal ini nggak asyik kok. Di salah satu outletnya di Cihampelas yang saya dan teh Uzie datangi misalnya, Upnormal di sini terdiri dari dua lantai. Lantai pertama adalah smoking area dan lantai kedua non smoking area.

Meja dan bangkunya banyak meski jarak antar meja dekat banget. Crowded. Tapi, gambar-gambar di temboknya bikin Upnormal jadi tempat nongkrong yang asyik, plus ada uno juga di meja yang bisa dimainin bareng-bareng sama teman. Soal pelayanan, untuk satu mangkuk indomie sampai di meja setelah dipesan, tadi kami butuh waktu tunggu sekitar 15-20 menit. Lama sih, mungkin karena penuh banget ya. Mungkin inilah kenapa di meja ditaruh mainan, biar kita bisa nunggu tanpa rasa bosan. Hihi. Tapi idenya cerdas juga! Meski yang disajikan adalah makanan yang biasa, tapi Upnormal emang bisa bikin warkop naik ke kelas yang lebih tinggi! Buat yang berharap bisa makan dengan tenang, kayaknya mending cari tempat lain deh, secara Upnormal mah tempat nongkrongnya anak muda tea! Hehe.

Pemuda-pemudi main Uno

Pemuda-pemudi main Uno

Penasaran dan mau ke Upnormal? Ada dua cabang di Bandung ini, pertama di Jalan PHH Mustofa alias Suci (belakang Widyatama), yang kedua di Jalan Cihampelas (samping Bakso Semar). Selain indomie, roti, kopi, ada juga aneka susu murni daan mochi! Cocok banget buat anak muda karena harga-harga di sini terjangkau, mulai Rp 3.000,- sampai Rp 33.000,-. Bon appetit!

~ Kuswointan, bisa dibilang suka jajan.