Grey & Jingga : Kisah Cinta Senja

Pernah dengar The Twilight? Hoho, tentu bukan kisah Bella Swan dan Edward Cullen yang saya maksud, tapi tentang kisah cinta sewarna senja : Grey dan Jingga. Grey dan Jingga adalah nama dua karakter dalam serial The Twilight, komik yang sempat tayang tiap hari Senin dan Kamis di jejaring sosial facebook besutan Sweta Kartika. Sekarang, serial komik itu bisa ditemukan di toko buku terdekat. Grey adalah sosok laki-laki yang sudah lama menyimpan rasa pada Jingga, begitupun Jingga yang juga sudah lama menyimpan rasa pada Grey, tapi seperti kebanyakan perempuan, merasa gengsi kalau menunjukkan rasa ketertarikannya.

Hasil jepretan Teh Nurma, yang sama-sama gandrung Grey & Jingga >.<

Hasil jepretan Teh Nurma, yang sama-sama gandrung Grey & Jingga >.<

Ok, saya nggak akan nge-review komiknya. Saya tertarik sama soundtrack-nya. Mungkin komik bergandengan tangan dengan musik agak kurang populer ya, masih jadi sesuatu yang nggak biasa, tapi ini jadi sesuatu yang menurut saya menarik. Awalnya, sang komikus, Sweta Kartika, mengunggah beberapa video kreasinya ke youtube, salah satu lagu yang dia unggah adalah Kisah Cinta Senja Termanis. Lagu itu tidak lain dan tidak bukan adalah official soundtrack untuk komik yang dia garap, The Twilight. Lagu ini dapat apresiasi dari netizen, bahkan ada yang membuat versi cover-nya.

Setelah sukses dengan komik yang terbit macam puasa sunnah Senin dan Kamis, juga lagu-lagu soundtrack-nya yang juga laris manis di Soundcloud, akhirnya OST The Twilight-pun digarap dengan serius hingga lahirlah CD album The Twilight. Dalam CD yang diproduksi terbatas itu, Sweta yang dulu menyanyikan sendiri lagu-lagunya, kini telinga kita disuguhi suara perempuan, Riri namanya, yang menyanyikan keseluruhan lagu dalam album tersebut.

Terdiri dari 5 lagu, album ini bicara soal cinta, tidak jauh berbeda dengan isi komiknya. Diiringi musik yang lembut bikin kita ikut terbawa suasana. Tampaknya, memutar OST The Twilight sangat tepat kalau diiringi dengan hujan yang turun rintik-rintik di sore hari, segelas cokelat panas, buku, dan pandangan yang lepas ke luar jendela. So melancholic!

Senja membekuk, jingga sinaran… terbias kelabu, perlahan

Melantunkan nada-nada tentang cinta

kadang benci jadi rindu terbiasa, 

lenyap dalam alunan nada-nadanya… (Kisah Cinta Senja Termanis)

Lagu-lagu dalam album ini memang melankolis, secara bahasannya tentang cinta! Kekuatannya ada di pilihan kata. Sweta sepertinya hobi nulis puisi kali ya? *sotoy* Tapi kalau diperhatikan, kata-kata dalam setiap lagunya seperti dipikirkan baik-baik, hingga kita, para pendengar, bisa ikutan hanyut jadi melow. Lima lagu yang disuguhkan dalam album ini dikemas ciamik juga dari sisi musiknya. Instrumen yang tidak terlalu banyak cocok untuk konsep lagu cinta yang syahdu nan lembut. Yang jelas, lewat lima lagu ini, kita bisa sedikit mengulik isi hati Jingga sebenarnya. Manis banget, sesuai sama salah satu lirik lagunya; kisah cinta senja termanis… >.<

Kuswointan, suka senja.

Advertisements

The Path: Pesan-Pesan Islam dalam Lagu

Hola! Saya sedang gandrung dengan musik, dan karena sudah agak lama album ini saya miliki, saya tertarik untuk cerita tentang “rasa” yang saya dapat dalam album Raef, The Path.

Sumber gambar: awakening.org

Sumber gambar: awakening.org

Tahu Raef? Dia adalah seorang guru di Maryland, Amerika, yang tertarik pada musik-pada lagu. Jadi dia mendedikasikan diri untuk menulis musiknya, juga menyanyikannya. Sebagai seorang muslim, maka lagu yang dituliskannya punya pesan-pesan yang nggak lepas dari nafas Islam, sebutlah positive music- seperti yang teman-teman di Radio MQ sering istilahkan untuk menyebut lagu-lagu dengan lirik yang berisi kebaikan.

Meski namanya sudah dikenal sejak beberapa tahun ke belakang lewat video di youtube (kebanyakan cover lagu musisi terkenal, dengan lirik yang diubah menjadi Islami), namun Raef baru memiliki sebuah album, yang di-launch Mei tahun lalu. Judul albumnya, The Path.

Saya bareng si Mas Raef di Meet & Greet Raef, Rabbani-Bandung 2014.

Saya bareng si Mas Raef di Meet & Greet Raef, Rabbani-Bandung 2014.

Bercerita tentang album yang berisi 12 lagu ini (kebayang kan, banyak banget dong lagunya!), hampir semua lirik dan melodinya dikerjakan oleh Raef, beberapa melodi dibantu pengerjaannya oleh Maher Zain. Iya, Maher Zain yang itu! Mereka sama-sama ada di satu label yang mengusung musik dengan pesan Islami, Awakening Records. Lagu andalan dalam album ini adalah You Are The One, yang nge-hits banget karena jadi single pertama yang dia keluarkan dan tentu, video klipnya juga yang paling awal di-publish. Lagu ini manis banget, bikin klepek-klepek kalau kata temen sih. Gimana nggak klepek-klepek, lah wong ini lagu isinya tentang cinta-cintaan. Dalam sebuah meet and greet di Bandung beberapa bulan lalu, Raef bilang kalau lagu ini emang ditulis khusus buat istrinya. Waaww… tambah so sweet kaaan? Ini nih potongan liriknya:

Won’t you be my BBF (best friend forever) and ever? Won’t you be my partner after this world?

We’ll see it, when we believe it together… Dreams are meant to be, ’cause you’re the one for me…

Hoho, sukses manis banget lah ini lagu, apalagi kalau liat video klipnya yang juga manis itu! Selain single You Are The One, ada juga senandung Tala’al Badru, sholawat badar yang diaransemen ulang. Selalu amaze deh kalau dengar yang satu ini. Ngerasa banget kalau Islam itu ada di setiap jengkal bumi Allah, kalau muslim itu ada di mana-mana terlepas dari sekat etnik, budaya, dan wilayah. Waaa pingin nangis! >.<

Yang kece juga adalah lagu dengan judul Home. Lagu ini berkisah tentang rumah. Pesannya antara lain, nggak ada tempat yang lebih kece badai selain rumah. Ain’t no place like home they say, home is where that heart is, home is where your love is. Iya nggak sih? Buat saya sih iya. Sejauh-jauh kita pergi, pasti pulang ke rumah adalah momen yang paling ditunggu.

Lagu-lagu di album ini bikin kita kontemplasi. Apalagi lagu So Real, yang dinyanyiin bareng Maher Zain. So Real meninggalkan pertanyaan buat saya, bener nggak sih saya udah bener-bener cinta sama Allah SWT? 😥 Hiks hiks… Yang jelas, banyak pesan positif dalam album ini; tentang semangat perjuangan (Freedom Ain’t Free), tentang Allah tempat kita bergantung (Call on Him), persatuan (Dream), tentang perjalanan mencari jalan kebenaran (The Path), dan masih banyak lagi pesan-pesan Islami- pesan kebaikan- dalam album ini!

Lagu yang ada di album ini easy listening, cocok didenger kapanpun (asal jangan pas sholat yak!). Ringan, kadang menghentak-hentak bikin pingin jingkrak-jingkrak (oops), senyum-senyum sendiri, sampe bikin pingin mewek berderai air mata. Raef seolah pingin nunjukin kalau dia musisi yang berbakat (cek, hampir semua lirik dan melodi dia yang buat). So, take a time to listen, guys! Dan siap-siap diajak “berkelana” menyelami indahnya Islam lewat lagu-lagunya mas Raef!

Daftar lagu dalam album Raef, The Path:

  1. Peace & Blessings
  2. The Bright Moon (Tala’al Badru)
  3. So Real
  4. You Are the One
  5. Home
  6. No One Knows but Me
  7. The Path
  8. Mawlaya
  9. Call on Him
  10. Freedom Ain’t Free
  11. Dream
  12. You’re There

Salam,

Kuswointan, si pendengar.

Tentang Rumahku : Perasaan Rindu yang Meluap

Ceritanya hampir setahunan ini saya suka dengan musiknya Dialog Dini Hari, grup musik folks asal Bali yang digawangi oleh Zio, Dadang, dan Deny. Berawal dari ketertarikan sama band indie beberapa tahun ke belakang, saya nemu lagu Pelangi-nya Dialog Dini Hari yang langsung bikin saya jatuh hati. *halah* Kebetulan mereka keluarin album baru Mei 2014 lalu dan saya cukup mantengin youtube buat kepo-in video barunya, Tentang Rumahku.

Karena agak kesulitan cari download-an lagu-lagunya, jadi ketika ada rezeki, saya langsung pesan deh albumnya yang baru: Tentang Rumahku. Kemarin album ini sampai dengan selamat di kantor saya. Penasaran nggak sih sama isi albumnya? Saya sih iya! Jadi begitu sampai, saya langsung bongkar bungkusnya dan menemukan kotak kecil ini.

Tadaaa... Tentang Rumahku sampai di meja kerja ^^

Tadaaa… Tentang Rumahku sampai di meja kerja ^^

Albumnya minimalis, dibungkus kertas doang dengan warna kuning dan gambar-gambar kecil, tapi bukan berarti karya ini nggak layak untuk diapresiasi. Ada satu lagu yang saya gandrungi di album ini, judulnya diambil untuk judul album. Ah, saya ini memang melankolis ya. Lagu Tentang Rumahku membuat saya rindu serindu rindunya sama rumah di Indramayu sana. Rasanya pingin cepet manggul ransel terus ngejar bis, pulang.

Adakah yang lebih indah dari semua ini

Rumah mungil dan cerita cinta yang megah

Bermandi cahaya di padang bintang, aku bahagia…

Gimana nggak melting dan menanggung rindu tak berkesudahan (lebay) coba dengar lagu ini? Rumah memang segalanya ya buat kita. Tempat kita mulai merancang mimpi, tempat banyak kenangan dari kita kecil sampai sekarang, tempat kita jadi diri kita, dan tempat kita mendapat kekuatan dan belajar tegar. *mulai deh pingin mewek inget rumah*

Ada 11 lagu di album ini. Single utamanya sih memang Tentang Rumahku, tapi lagu lainnya juga asyik. Ada lagu Jalan dalam Diam, yang liriknya menurut saya juga mantap! Atau mau semangat di pagi hari? Coba dengerin lagu Gurat Asa yang sama seperti Tentang Rumahku, videonya ada juga di youtube. Gurat Asa bikin kita ngumpulin semangat  yang hilang.

Tapi ku takkan tumbang

masih kobarkan cinta

pada hidup, pada waktu

tak berujung pada-Mu

Selain pilihan katanya yang keren dan punya makna yang kuat, album ini juga menawarkan musik yang ciamik dengan aneka bunyi dari alat musik yang beragam. Cocok untuk didengar waktu cari ide buat nulis (ini sih saya banget lah). Album ini pantes banget buat dikoleksi, terutama buat kamu yang suka band-band indie Nusantara.

Selamat berdialog di dini hari! Selamat merindukan rumah!

Kuswointan, penyuka Dialog Dini Hari