Ekspedisi 20 Gunung dalam 21 Hari? Apa Bisa?

Adalah Ekspedisi Halilintar yang menjawab kalau untuk menaklukkan 20 puncak gunung di Timur Indonesia itu bisa ditempuh dalam waktu 21 hari saja. Really? Iyes. Saya juga sempat bertanya-tanya, mana mungkin 20 puncak bisa didaki cuma dalam hitungan waktu kurang dari satu bulan. But they made it.

Sumber gambar: koleksi pribadi

Andre Febrima menulis secara detail perjalanan Tim Ekspedisi Halilintar dalam menaklukkan Mahameru hingga Tambora di tanah Sumba. Andre adalah seorang mahasiswa tingkat akhir yang memutuskan untuk ikut seleksi Ekspedisi Halilintar alih-alih mendaftar ujian sidang. Ekspedisi Halilintar sendiri adalah ekspedisi pendakian 20 puncak gunung yang terletak di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat yang diselenggarakan oleh Indonesian Green Ranger. Andre sebagai orang yang gandrung akan daki-mendaki, akhirnya lolos seleksi mewakili tim Indonesin Mountains dalam ekspedisi tersebut. Bersama ke 21 orang lain dalam tim ekspedisi, Andre memulai tantangan mendaki puncak dengan trek yang sulit itu pada tahun 2013 lalu.

Setelah proses karantina yang berat, Andre dan tim siap bertemu dengan alam yang sebenarnya, yang terbagi ke dalam 9 etape. Etape pertama ekspedisi dimulai dengan menaklukan Mahameru yang menjulang setinggi 3.676 mdpl. Untuk menaklukan Mahameru, tim ekspedisi membutuhkan waktu dua hari lebih hingga kembali ke Desa Tumpang. Dalam etape kedua, tim ekspedisi menaklukkan 6 puncak sekaligus, yaitu Arjuno, Batu, Welirang, Kapak Kembar, Kembar 1 dan Kembar 2 yang ditempuh dalam waktu sekitar 2 hari perjalanan. Sementara itu Gunung Anjasmoro, Gunung Biru, dan Gunung Rawung ditaklukkan sekaligus dalam etape ketiga. Penaklukan puncak-puncak di Jawa Timur berlangsung dalam 6 etape dengan 16 puncak yang berhasil dilalui dalam waktu hampir dua pekan.

Tim selanjutnya merambah ke Pulau Bali. Dalam etape ketujuh, target yang ditempuh adalah menaklukkan Gunung Batur dan Gunung Agung. Seluruh etape selesai ketika tim juga berhasil menaklukkan Rinjani dan Tambora tanpa halangan yang cukup berarti. Tuntas sudah 20 puncak gunung didaki dalam waktu tiga pekan! Amazing banget untuk saya yang bukan “anak gunung”.

Dalam buku yang ditulis oleh Andre ini, ia tidak hanya bertutur tentang perjalanannya mendaki puncak-puncak gunung, namun juga mereka dengan detail hal-hal yang harus dipersiapkan oleh para pendaki sebelum memulai pendakian. Andre mencatat, kesiapan fisik termasuk latihan fisik sebelum mulai mendaki adalah hal yang harus dilakukan oleh para pendaki yang bertujuan untuk meminimalisasi kecelakaan dalam mendaki. Perlengkapan dan kemampuan survival juga harus dimiliki selain kemampuan manajemen makan dan logistik. Berguna banget buat para calon pendaki atau bahkan pendaki sekalipun!

Buku ini ditulis “apa adanya”, catatan perjalanan yang membuat pembaca seolah ikut bertualang bersama tim ekspedisi. Bahasa-bahasa lisan juga turut menghiasi buku ini. Asyik dan meminimalisasi jarak di antara penulis dengan pembaca, namun juga di beberapa bagian agak sedikit mengganggu. Setiap awal bab, pembaca disuguhkan dengan rupa-rupa quotes tentang pendakian yang bikin gemes bin greget pingin cepat-cepat manggul carrier. Mata juga agak dimanjakan dengan foto-foto hasil jepretan Andre, beberapa berwarna tapi lebih banyak yang hitam putih. Soal layout-pun kadang bikin lelah mata sih, tapi dibanding hal-hal teknis macam itu, buku ini secara tidak langsung mengajarkan kita tentang hidup dan mensyukuri kesempatan menikmati hidup di tanah Nusantara.

Identitas Buku

Judul            : 20 Puncak 21 Hari : The Impossible Expedition

Penulis         : Andre Febrima

Tahun terbit : 2014

Penerbit       : Pipiet Senja Publishing bekerja sama dengan IM Publishing

Harga          : Rp 50.000,-